About

This is an example of a WordPress page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many pages like this one or sub-pages as you like and manage all of your content inside of WordPress.

  1. Akhlak terhadap sesama manusia
    Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran terkait dengan perlakuan terhadap sesama manusia.
    Kata yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263).

    Di sisi lain Al-Quran menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar. Nabi Muhammad saw – misalnya – dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain.
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27).
    Salam yang diucapkan itu wajib dijawab dengan salam yang serupa, bahkan juga dianjurkan agar dijawab dengan salam yang lebih baik (QS An-Nisa ‘[4]: 86).
    Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS Al-Baqarah [2]: 83).

    Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan kondisi dan posisi mitra bicara, serta harus berisi kata yang benar,
    Dan katakanlah kata yang benar (QS Al-Ahzab [33]: 70). Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok lain, tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan, atau menceritakan keburukan seseorang, dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk (baca Al- Hujurat [49]: 11-12).

    Yang melakukan kesalahan hendaknya dimaafkan. Pemaafan ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan. Karena itu, ketika Misthah – seorang yang selalu dibantu oleh Abu Bakar – menyebarkan berita palsu tentang Aisyah, putrinya, Abu Bakar dan banyak orang lain bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah. Tetapi Al-Quran turun menyatakan:
    Janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat (-nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, dan harus mereka memaafkan, dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS An-Nur [24]: 22).

    Sebagian dari fitur orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134, yaitu: Artinya mereka mampu menahan amarahnya, dan memaafkan, (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya), sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat baik. Dalam Al-Quran ditemukan anjuran, “Anda hendaknya mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan Anda sendiri.”
    Mereka mengutamakan orang lain dari diri mereka sendiri, meskipun mereka sangat membutuhkan (QS Al-Hasyr [59]: 9).

    Jika ada orang yang digelari gentleman – yakni yang memiliki harga diri, berbicara benar, dan bersikap lemah lembut {terutama kepada wanita) – seorang Muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-Quran tidak hanya cepat bergelar demikian, melainkan lebih dari itu, dan orang itu dalam bahasa Al-Quran disebut al-muhsin.

    • ^^
      dik senang mnerima komentar ini…
      ^^
      bisa katakan kakak mengapa? krena dik bingung, dik tahu kakak lg sedih, smentara kakak komen ke dik,.
      ,kak, tolong dik perbaiki diri. selalu ktakan jika memang dik salah. ok . ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: